SAS, Sumatif, Penilaian Harian: Bedanya Apa? Panduan Istilah Ujian Kurikulum Merdeka untuk Orang Tua

· sekitar 6 menit baca · Tim PrediksiSoal

Ilustrasi buku terbuka dengan pensil dan lencana centang
Ilustrasi: dibuat dengan bantuan AI.

Waktu kita sekolah dulu, istilahnya sederhana: ada ulangan harian, UTS, lalu UAS. Sekarang, di grup WhatsApp orang tua, yang beredar adalah SAS, STS, sumatif, formatif — dan tidak sedikit orang tua yang diam-diam bingung tapi malu bertanya. Tenang, Anda tidak sendirian. Istilahnya memang berganti sejak Kurikulum Merdeka berlaku, tetapi sebenarnya yang diukur tetap sama: sejauh mana anak memahami pelajaran. Artikel ini merapikan istilah-istilah itu satu per satu, dengan bahasa sehari-hari.

Dua Payung Besar: Formatif dan Sumatif

Semua penilaian di Kurikulum Merdeka pada dasarnya masuk ke dua kelompok besar. Yang pertama adalah asesmen formatif, yaitu penilaian yang dilakukan selama proses belajar berlangsung. Tujuannya bukan memberi nilai akhir, melainkan memberi umpan balik: guru jadi tahu materi mana yang sudah dikuasai anak dan mana yang perlu diulang. Bentuknya bisa berupa kuis singkat, pertanyaan lisan di kelas, tugas kecil, pengamatan saat diskusi, sampai penilaian harian yang sifatnya informal. Karena tujuannya memperbaiki proses, hasil asesmen formatif umumnya tidak langsung menjadi nilai rapor.

Yang kedua adalah asesmen sumatif, yaitu penilaian di akhir suatu lingkup materi atau periode belajar. Inilah yang selama ini kita kenal sebagai "ujian". Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan, dan hasilnya masuk ke rapor. Jadi kalau harus memilih mana yang paling menentukan nilai akhir anak, jawabannya adalah asesmen sumatif.

Jenis-Jenis Asesmen Sumatif yang Akan Sering Anda Dengar

Asesmen sumatif sendiri punya beberapa nama tergantung waktu pelaksanaannya:

  • Sumatif Lingkup Materi — dilakukan guru setelah satu topik atau bab selesai, misalnya tes setelah bab pecahan tuntas. Skala kecil dan frekuensinya mengikuti kebutuhan guru.
  • Sumatif Tengah Semester (STS) — dilaksanakan di pertengahan semester untuk mengukur materi paruh pertama. Ini padanan dari UTS zaman dulu.
  • Sumatif Akhir Semester (SAS) — dilaksanakan di akhir semester ganjil maupun genap. Ini padanan dari PAS (Penilaian Akhir Semester). Karena mencakup materi satu semester penuh, inilah yang paling sering membuat orang tua dan anak sibuk belajar.
  • Sumatif Akhir Tahun (SAT) — dilaksanakan di akhir tahun ajaran untuk mengukur capaian selama satu tahun. Ini padanan dari istilah lama UKK (Ujian Kenaikan Kelas).

Tabel Padanan Istilah Lama dan Istilah Sekarang

Supaya mudah diingat, berikut padanan istilah yang masih sering dipakai sebagian guru secara bergantian:

  • UH (Ulangan Harian) → sekarang umumnya masuk asesmen formatif atau sumatif lingkup materi.
  • UTS (Ujian Tengah Semester) → sekarang disebut STS (Sumatif Tengah Semester).
  • PAS (Penilaian Akhir Semester) → sekarang disebut SAS (Sumatif Akhir Semester).
  • UKK (Ujian Kenaikan Kelas) → sekarang disebut SAT (Sumatif Akhir Tahun).

Jangan kaget bila guru anak Anda masih sesekali memakai istilah lama — kebiasaan bertahun-tahun memang tidak hilang semalam. Yang penting, ketika mendengar kata "sumatif", Anda tahu bahwa penilaian itu bersifat resmi dan hasilnya berpengaruh ke rapor.

Bagaimana Nilai Rapor Disusun dari Semua Itu?

Pertanyaan yang paling sering muncul berikutnya adalah: lalu nilai rapor anak saya diambil dari yang mana? Jawaban singkatnya: terutama dari asesmen sumatif. Nilai STS, SAS, dan SAT biasanya menjadi bahan utama pengolahan nilai akhir di rapor, digabungkan dengan sumatif lingkup materi yang terkumpul sepanjang semester. Asesmen formatif tetap berperan, tetapi sebagai bahan pertimbangan guru — misalnya untuk melihat konsistensi dan perkembangan anak — bukan sebagai angka yang langsung dirata-rata menjadi nilai rapor. Itulah sebabnya satu nilai kuis yang jelek tidak perlu membuat panik: itu sinyal untuk memperbaiki pemahaman, bukan vonis. Sebaliknya, menjelang STS dan SAS, persiapan memang layak mendapat perhatian lebih besar karena bobotnya nyata di rapor.

Lalu, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua?

Memahami istilah membantu Anda membaca kalender sekolah dengan cara yang berbeda. Penilaian harian dan kuis formatif adalah sinyal dini: bila nilainya sering kurang baik, itu tanda materi tertentu belum dikuasai — dan justru di situlah waktu terbaik untuk membantu, jauh sebelum SAS tiba. Jangan menunggu pengumuman jadwal ujian untuk mulai mendampingi anak belajar.

Untuk persiapan menghadapi sumatif, cara paling masuk akal adalah berlatih dengan soal-soal yang pola dan cakupannya mengikuti kisi-kisi serta materi resmi. Di situlah paket-paket prediksi seperti yang ada di situs ini bisa membantu: bukan bocoran soal — tidak ada yang bisa menjanjikan itu dengan jujur — melainkan latihan orisinal yang disusun dari kisi-kisi, Capaian Pembelajaran, dan buku siswa resmi Kemendikbudristek. Silakan mulai dari halaman kumpulan paket Kelas 3, atau baca dulu kisi-kisi Kelas 3 Semester 1 untuk melihat peta materinya. Semakin awal pola soalnya dikenali anak, semakin tenang ia masuk ruang ujian nanti.

← Semua artikel blog